Sunday, August 1, 2010

KPK Bentuk Pengendalian Gratifikasi di Kementerian




Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana membentuk sistem pengendalian penerimaan gratifikasi para pejabat kementerian dan BUMN.




CISARUA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berencana membentuk sistem pengendalian penerimaan gratifikasi para pejabat kementerian dan BUMN.

"Kita mulai tahun ini untuk di lembaga kementerian dan BUMN yang ada, sehingga PNS yang akan melakukan gratifikasi tidak perlu datang langsung ke KPK," ujar Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah di Cisarua, Bogor, Sabtu (31/7/2010).

Chandra menambahkan, di tataran pelaksanaan, pengawas internal masing-masing kementerian akan memberikan laporan penerimaan gratifikasi ke KPK. Program ini bertujuan untuk efisiensi pelapor gratifikasi yang biasanya harus datang ke Direktorat Gratifikasi di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, pelaporan gratifikasi diatur dalam Undang-undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Undang-undang itu mengatur bila penerima gratifikasi tidak melapor dalam 30 hari kerja, maka hadiah atau gratifikasi itu bisa dikategorikan suap. (frd)
Read more...
separador

Franda Kebelet Main Film



Nama Franda dikenal berkat bidang presenter Gadis cantik ini melejit setelah menjadi VJ MTV. Kini, perempuan yang tengah menjadi presenter Dahsyat itu ingin main film.



JAKARTA - Nama Franda dikenal berkat kepiawaiannya membawakan acara. Gadis cantik ini melejit namanya setelah menjadi VJ MTV. Kini, perempuan yang tengah menjadi presenter Dahsyat itu ingin main film.

"Mau banget. Ayo dong produser, lamar aku! Tapi belum ada yang nawari. Belum ada kesempatan, tapi sebenarnya ingin nyobain," aku Franda yang ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Artis yang pernah berpose aduhai di majalah pria dewasa itu sangat ingin main film horor. Dia penuh percaya diri bisa sukses di dunia akting karena pernah ikut kegiatan drama semasa sekolah.

"Aku pernah juga dulu belajar teater. Ikut pementasan di kampus," imbuhnya.

Disebut bakal banting setir menjadi bintang film, pemilik nama Efranda Stephanus itu protes. Katanya, dia cuma ingin sekadar mencicipi main film.

"Enggak sampai nyebrang (jadi bintang film) karena dunia presenter tuh dunia aku banget. Cuma aku pengin aja nyobain main film," tegasnya.

Sejauh ini, Franda baru berkecimpung di bidang presenter. Artis yang memulai karier pada tahun 2007 itu sudah pernah mencoba membawakan acara musik dan olahraga. "Kalau yang lainnya selain presenter, paling jadi bintang tamu di suatu acara," tandasnya.
Read more...
separador

Jakarta Bisa Bebas Macet, Asal...


Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendesak Pemda DKI Jakarta untuk benar-benar beraksi untuk mengatasi kemacetan kota Jakarta yang semakin parah.



BANTEN - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendesak Pemda DKI Jakarta untuk benar-benar beraksi untuk mengatasi kemacetan kota Jakarta yang semakin parah.

Salah satu solusi kemacetan Jakarta yang ditawarkan MTI yaitu dengan melakukan penertiban besar-besaran terhadap parkir kendaraan yang menggunakan bahu jalan sehingga menimbulkan kemacetan.

"Solusi kemacetan Jakarta itu mudah, asal tidak ada yang parkir di jalanan," ujar Ketua MTI Muslich Zainal Asikin dalam saat Implementasi Infrastruktur: Indonesia Siap Bersaing, di Hotel Mambruk, Banten, Sabtu (31/7/2010).

Menurutnya, usulan tersebut sudah bukanlah sekedar wacana. Pasalnya, semua yang diutarakan MTI untuk solusi kemacetan sudah tercantum dalam sejumlah Perda. Namun, sayangnya Pemprov DKI seakan tidak serius dalam beraksi untuk mengatasi problematika ini.

"Perdanya ada tapi semuanya enggak pernah di jalanin," tambahnya.

Menurutnya, usulan untuk larangan parkir di pinggir jalan akan memaksa para pengelola gedung untuk membuat lahan parkir yang memadai atau dengan membuat lahan parkir baru dibelakang jalan-jalan utama.

"Itu kan bagus, akan membuka lapangan pekerjaan di tanah-tanah lapis kedua-ketiga. Para pembangun juga dengan begitu harus menyediakan tempat parkir," tuturnya.

Dengan itu, dirinya berharap Indonesia bisa meniru yang terjadi di Singapura dimana tidak ada lagi kendaraan yang bisa parkir dan berhenti di pinggir jalan tanpa kecuali.

"Lihat di Singapura, enggak ada yang berani berhenti di jalan utama, sehingga jalan tidak macet lagi," tandasnya. (frd)
Read more...
separador

Live music


Followers