Sunday, August 1, 2010

Sungai Raksasa Ditemukan di Dasar Laut Hitam





Dr Parsons menemukan bahwa sungai bawah tanah di dasar Laut Hitam mengalir dengan kecepatan sekitar empat mil per jam, mengalirkan 22.000 meter kubik air per detik. Ini 10 kali lebih besar dari sungai terbesar Eropa, Rhine.

Sungai bawah laut ini Sungai mengalir hanya sekitar 37 mil hingga mencapai tepi beting laut sebelum menghilangke laut dalam.

Sungai bawah laut ini bahkan layak dinobatkan sebagai sungai keenam terbesar di dunia.


Sebuah sungai raksasa, yang bahkan layak dinobatkan sebagai sungai keenam terbesar di dunia baru-baru ini ditemukan oleh ilmuwan Inggris.

Yang luar biasa, sungai ini ditemukan di dasar Laut Hitam, sebuah laut dalam antara Eropa tenggara dan Asia Kecil.

Para ilmuwan dari Leeds University mengerahkan kapal selam robot untuk meneliti dan memindai dasar laut di dekat Turki itu.

Seperti halnya di daratan, sungai di bawah laut itu memiliki saluran, anak sungai, dataran banjir, aliran deras air, dan bahkan air terjun.

Sungai yang ditemukan di dasar Laut Hitam, memiliki kedalaman 115 kaki dan lebarnya lebih dari setengah mil.

Jika berada di daratan, para ilmuwan memperkirakan, perairan yang ditemukan di Laut Hitam, adalah sungai keenam terbesar di dunia, dalam hal jumlah air yang mengalir.

Aliran air, yang membawa air asin dan sedimen, 350 kali lebih besar dari Sungai Thames di Inggris.

Ini adalah satu-satunya sungai bawah laut aktif yang ditemukan. Letaknya di Selat Bosphorus yang mengalir dari Mediterania ke Laut Hitam. Aliran air sungai bawah tanah itu disebabkan perbedaan kadar garam.

Ini menyebabkan air Mediterania mengalir seperti sungai, yang menciptakan alur-alur dan genangan yang dalam.

Penemuan ini akan membantu menjelaskan bagaimana kehidupan bisa bertahan di kedalaman laut, yang jauh dari perairan kaya nutrisi karena jauh dari tanah. Sungai bawah laut lah yang bertugas membawa sedimen dan nutrisi.

Menurut Dr Dan Parsons, pemimpin tim peneliti dari Sekolah Tinggi Ilmu Bumi dan Lingkungan, Universitas Leeds, kepada Sunday Telegraph, mengatakan, "Kepadatan air di sana lebih padat dari air laut di sekitarnya karena memiliki salinitas yang lebih tinggi dan membawa begitu banyak sedimen."

"Sungai itu mengalir dari beting laut dan keluar melalui daratan abisal, seperti halnya sungai di darat," demikian penjelasan Parsons seperti dimuat laman Daily Mail, Minggu 1 Agustus 2010.

Dataran abisal di laut mirip seperti di gurun pasir, bedanya dataran air ini bisa menyediakan nutrisi dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mahluk yang hidup di dalamnya.

"Itu memiliki peran yang penting, seperti arteri, yang memberikan kehidupan di laut dalam."

Perbedaan utama sungai di bawah laut ini adalah bahwa aliran air berlawanan dengan sungai-sungai di darat.

Para ilmuwan telah lama menduga bahwa keberadaan sungai dasar laut sangat masuk akal, setelah pemindai sonar mengungkapkan adanya saluran berkelok-kelok di banyak lautan di dunia.

Di antara yang terbesar, adalah sungai bawah tanah di perairan Brazi, di mana aliran Amazon memasuki Samudera Atlantik.

Saluran di Laut Hitam, meskipun jauh lebih kecil, adalah satu-satunya yang ditemukan masih mengalir dan membuktikan bahwa saluran ini misterius dibentuk oleh sungai di bawah air.

Tidak seperti parit laut, yang formasi geologi yang terbentuk pada bagian terdalam dari laut akibat pergerakan lempeng tektonik, saluran sungai berkelok-kelok di dasar laut dibentuk melalui proses pengikisan endapan lumpur.
Read more...
separador

AS Sudah Siapkan Rencana Serang Iran



Sebaliknya, Iran memperingatkan risiko yang bakal ditanggung bila AS "melakukan kesalahan"


Militer Amerika Serikat (AS) pada dasarnya sudah menyiapkan rencana untuk menyerang Iran. Namun rencana itu tidak baik untuk diterapkan.

Demikian ungkap Ketua Gabungan Kepala Staf Militer AS, Laksamana Mike Mullen. Dia mengutarakan hal itu dalam suatu wawancara dengan stasiun televisi NBC, yang ditayangkan Minggu 1 Agustus 2010. Tak lama setelah penayangan wawancara itu, seorang pejabat Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa pihak sudah menyiapkan balasan apabila AS menyerang negaranya.

"Menurut saya, opsi militer sudah disiapkan dan tetap menjadi pilihan," kata Mullen dalam acara "Meet the Press" di stasiun televisi NBC. Dia merujuk kepada ketegangan hubungan antara AS dan Iran selama beberapa tahun terakhir.

Pangkal masalah ketegangan itu adalah kecurigaan AS atas Iran yang bisa mengembangkan teknologi nuklir menjadi senjata pemusnah massal. Iran berkali-kali menegaskan tidak akan membuat senjara nuklir, melainkan menggunakan teknologi nuklir untuk kepentingan damai.

"[Aksi militer] itu merupakan salah satu dari sekian pilihan yang dimiliki presiden. Namun, sekali lagi, saya berharap kita tidak memilih opsi demikian, kendati itu merupakan pilihan penting dan yang dipahami secara baik," lanjut Mullen.

Sebagai perwira tertinggi dalam militer AS, Mullen seringkali memperingatkan bahwa serangan atas Iran bakal memiliki efek yang serius dan tidak dapat diprediksi di kawasan Timur Tengah.

Namun, di sisi lain, Mullen menyatakan bahwa risiko pengembangan senjata nuklir oleh Iran merupakan sesuatu yang tidak bisa diterima.

Sementara itu, kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengutip reaksi dari Wakil Ketua Garda Revolusi, Yadollah Javani. Dia menilai bahwa keamanan di Teluk Parsi akan terganggu "bila Amerika melakukan kesalahan sedikit pun."

"Teluk Parsi merupakan kawasan yang strategis. Bila keamanan di kawasan ini terancam, mereka akan turut menanggung kerugian dan kita akan menindak tegas," kata Javani.

Pejabat Iran berkali-kali menyatakan bahwa ibukota sekaligus kota terbesar kedua di Israel, Tel Aviv, bakal menjadi sasaran bila AS atau negara zionis itu melakukan aksi militer kepada mereka. (Associated Press)
Read more...
separador

ID BOOMERNOMISS MAEN AUTO WINS JADI RUBY?





Read more...
separador

Live music


Followers