Showing posts with label Psychology part 1. Show all posts
Showing posts with label Psychology part 1. Show all posts

Monday, February 23, 2009

Puber Kedua

Puber Kedua

Istilah "puber" berasal dari kata "pubes" yang artinya rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan. Kondisi ini dialami oleh anak berusia belasan tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Puber kedua adalah kondisi dimana terdapat kesamaan perilaku seperti yang dialami anak-anak yang memasuki masa puber, seperti lebih memperhatikan penampilan, lebih memperhatikan lawan jenis, dan sebagainya.

Puber kedua dialami oleh pria maupun wanita yang memasuki usia 40 tahun ke atas. Gejala yang timbul pada pria saat memasuki puber kedua adalah :

  • Enggan tampil tua. Mereka mulai memperhatikan penampilannya maupun keindahan tubuhnya. Rambutnya disemir ala anak muda, bergaya gaul, memodifikasi mobilnya menjadi ceper, dan sebagainya.

  • Mereka juga mulai senang kembali berpetualang. Mulai dari dari naik motor jarak jauh, sampai keluar masuk diskotek.

  • Produktivitas hidup meningkat. Banyak ditemui bahwa mereka semakin mahir bernegosiasi, semakin maju bisnisnya, maupun semakin memukau karirnya.

Sedangkan pada wanita, gejala yang muncul adalah :

  • Terganggu atau berhentinya proses menstruasi (terjadi menopause). Hal ini terjadi karena gonadotrop tidak diproduksi lagi oleh kelenjar hypophysc. Efek yang terjadi adalah pusing, lesu, dan kurang bergairah. Akibatnya kestabilan emosi sering terganggu.

  • Timbunan lemak menyusut sehingga kulit mulai keriput, bahkan buah dada mulai berubah bentuk. Rambutpun mulai memutih. Keadaan ini akan berpengaruh pada kejiwaannya. Apalagi jika suami memandang hal itu sebagai suatu kemunduran.

Setiap orang akan mengalami fase puber kedua ini. Karena itu perlu persiapan yang cukup matang untuk memasuki fase krisis ini. Di sinilah komitmen perkawinan kembali teruji. Komunikasi dan pengertian memegang peran yang sangat penting bagi pasangan yang mulai memasuki masa puber kedua ini. Kondisi yang berbeda antara suami dan istri sering kali memicu konflik di antara mereka berdua. Suami semakin bersemangat dalam banyak hal, sedangkan istri semakin lesu dan kurang bergairah. Bila terjadi komunikasi yang baik di antara pasangan yang memasuki masa ini, maka masalah krisis kedua ini akan dapat diselesaikan dengan baik.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk melewati masa puber kedua dengan baik adalah:

  • Bertamasya berdua tanpa diganggu oleh kehadiran anak

  • Memberikan kejutan seperti candle light dinner, membelikan barang yang sedang diinginkan pasangan, dan sebagainya

  • Membuka kembali album foto kenangan bersama-sama

  • Menonton bioskop berdua saja

  • Dan sebagainya

Dengan demikian diharapkan pasangan yang memasuki masa puber kedua dapat melewatinya dengan baik dan memasuki usia senja dengan bahagia.

Read more...
separador

AGAR ANAK MENAATI PERATURAN

PAGAR ANAK MENAATI PERATURAN

  • Hal-hal yang perlu diterapkan dalam usaha mendisiplinkan anak :

  • Mulailah dari hal-hal yang kecil dulu, kemudian secara bertahap ke tingkat selanjutnya.

  • Awal dari disiplin adalah komunikasi yang baik dan sederhana.

  • Konsisten pada aturan disiplin yang telah dibuat.

  • Konsisten antara ayah-ibu supaya tidak menimbulkan kebingungan pada anak. Buatlah kesepakatan tentang peraturan yang harus dijalankan di rumah.

  • Terapkan pemberian reward dan punishment (hukuman).

  • Pemberian perintah dan aturan yang disertai dengan penjelasan mengapa harus begini, mengapa harus begitu.

  • Mendampingi anak mengerjakan apa yang diperintahkan untuk menciptakan suasana yang menyenangkan, misalnya pada saat anak disuruh membereskan mainannya.

  • Teknik disiplin yang digunakan, sebaiknya memakai dialog yang penuh kasih sayang dan kehangatan.

  • Bahasa yang digunakan sebaiknya yang sederhana saja, apalagi si anak masih tergolong balita. Gunakan juga bahasa anak ( berdasarkan pada pola pikir animisme anak ) . Dengan demikian si anak akan lebih bisa menerimanya.

  • Aturan disiplin dibuat sedemikian rupa sehingga bahaya dari luar / sisi negatifnya bisa diminimalkan.

  • Perhatikan usia anak. Aturan disiplin akan berbeda-beda pada tiap tingkatan tahap perkembangan. Bila masih kecil (baru 1-2 tahun), kesabaran sangatlah mutlak karena mereka cenderung egosentris. Jadi, maklumlah.

  • Hormati perasaan anak dan hargai juga waktunya.

  • Berikan pilihan / alternatif.

  • Kerahasiaan aturan disiplin supaya tidak menjatuhkan harga diri si anak.

  • Peringatkan lebih awal tentang apa-apa yang harus dilakukannya supaya ia bisa bersiap-siap untuk aturan tersebut.

  • Berikan perintah dengan tegas dan lebih spesifik.

  • Tekankan pada hal-hal positif.

  • Ketidaksetujuan baiknya ditujukan pada perilaku si anak, bukan si anak itu sendiri.

  • Berikan contoh / teladan yang baik karena anak-anak bisa meniru perilaku orang tuanya. Dengan demikian, oang tua bukan hanya sebagai penegak aturan tetapi juga pelaksana aturan.

  • Sertakan rasa humor.

Hal-hal yang harus dihindari dalam usaha mendisiplinkan anak :
  • Terlalu sering memberi ancaman (lebih-lebih pada anak yang pandai) karena ia malah akan balik menantang.

  • Mendisiplinkan anak dalam keadaan emosi.

  • Aturan disiplin yang memaksa, otoriter, keras dan sangat ketat.

  • Selalu mengatakan, “Aku ingin …” ( bagi orang tua ).

  • Orang tua itu sendiri tidak disiplin, sehingga si anak pun menirunya.

Aturan-aturan yang penting saat memberikan reward kepada anak :

  • Hadiah diberikan dengan tujuan tertentu, sebagai dorongan pada anak untuk tetap mempertahankan tingkah laku atau prestasinya yang baik.

  • Bila tujuannya ingin mengubah tingkah laku anak sebaiknya jangan memberikan hadiah barang, kecuali untuk pertama kali dalam jangka waktu yang panjang, misalnya saat anak masuk sekolah, belikan tas atau buku.

  • Bila anak sudah terlanjur menyukai hadiah barang, ubahlah dengan sikap yang sabar, ulet, dan konsisten. Perubahan ke hadiah non-barang pun harus dilakukan secara bertahap dan jangan memaksa.

  • Kekompakan antara ayah dan ibu dalam memberikan reward.

  • Bila akan memberikan hadiah non-barang, lakukan dengan sungguh-sungguh, dalma arti ungkapan kasih sayang, seperti pelukan atau ciuman diberi dengan tulus.

  • Konsisten dalam memberi hadiah non-barang.

  • Hadiah non-barang harus proporsional, efisien, dan tepat waktu.

  • Adakan evaluasi seusai hadiah diberikan, apakah ada penguatan perilaku pada anak.

  • Reward jangan diberikan secara berlebih-lebihan.

  • Reward baiknya berujung pada reinforcement positif.

Aturan-aturan yang penting saat memberikan hukuman kepada anak :

  • Jangan berikan pada anak yang masih tergolong balita karena mereka belum mengerti alasan mengapa mereka dihukum, akibatnya mereka bisa menjadi frustasi.

  • Hukuman harus bersifat mendidik.

  • Informasikan terlebih dahulu akan adanya sanksi tertentu dari perilakunya yang tidak menyenangkan orang tuanya.

  • Adakan evaluasi seusai hukuman diberikan, apakah ada perubahan kesadaran dalam diri si anak.

  • Jangan lakukan hukuman di bawah pengaruh emosi yang tak terkontrol.

  • Hindarkan hukuman fisik.

  • Berikan hukuman dengan tegas. Bila anak merengek jangan langsung lemah hati dan nyerah.

  • Perhatikan korelasi antara hukuman dengan perilaku.

  • Hukuman badan hanyalah dipandang sebagai jalan terakhir.

Beberapa fakta mengapa hadiah barang bisa menjadi tidak efektif :

  • Anak menjadi materialistis.

  • Anak menjadi konsumtif.

  • Orang tua bisa tekor.

  • Anak bersikap baik bukan karena kesadaran diri, tetapi karena keinginan untuk mendapatkan barang tersebut.

Beberapa fakta mengapa hukuman badan bisa menjadi tidak efektif :

  • Anak menjadi frustasi.

  • Anak bisa menjadi resisten (kebal) terhadap hukuman tersebut.

  • Anak cenderung membiarkan dirinya dihukum daripada melakukan perbuatan yang diharapkan kepadanya.

  • Anak cenderung melampiaskan kekesalannya pada hukuman tersebut dengan memukul anak lain.

  • Menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, di mana rasa marah, sakit hati dan jengkel akan dipendam selamanya oleh si anak.

  • Akan terbentuk rasa ketidakberdayaan (sense of helplesness)

  • Anak tidak akan belajar apapun dari hukuman badan.

Baik reward maupun hukuman, janganlah asal-asal diberikan, melainkan harus mapu membangun / mengukuhkan konsep diri di individu. Waktu diberikannya reward atau hukuman pun harus langsung pada saat perilaku yang diinginkan / tidak diinginkan itu terjadi. Jangan menundanya terlalu lama
Read more...
separador

MAKANAN FAVORIT MENENTUKAN KEPRIBADIAN

MAKANAN FAVORIT MENENTUKAN KEPRIBADIAN

Banyak cara menilai kepribadian seseorang. Bila kamu masih dalam tahap "PeDeKaTe", ada baiknya mengetahui apa makanan kesukaan calon pacar. Dari situ, kamu bisa mengetahui bagaimana sifat dia yang sesungguhnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan Baxters terhadap orang Inggris dan Skotlandia, belum lama ini, diketahui bahwa orang yang gemar makan wortel umumnya memiliki sifat pengasih dan berpikiran luas. Sayang, orang yang suka mengkonsumsi sayuran jenis ini, kemudian juga diketahui memiliki sikap ekstrovert dan bergaya bossy.

Bila dia gemar sekali memakan ayam goreng, ayam kuah opor dan berbagai masakan dari ayam, maka dia adalah tipe orang yang selalu bersikap realistis dan apa adanya. Dia cenderung berpikir logis dan jarang melibatkan perasaan dalam melihat suatu perkara.

Anda boleh merasa senang bila dia ternyata gemar sekali makan jamur, apapun jenisnya. Orang macam ini, kata survei itu, tergolong memiliki tingkat kesetiaan yang tinggi. Buktinya, 92% orang Inggris dan Skotlandia yang hoobi mengkonsumsi jamur memang terbukti setia.

Apabila dia gemar sekali makan mie, instant maupun olahan, terutama mie rasa ayam, maka dia termasuk orang yang independen. Bisa jadi demikian, faktanya, sebagian besar anak kost, terutama mahasiswa, ternyata doyan makan mie. Orang yang suka makan minestrone, sejenis sup yang disertai mie kecil-kecil, katanya sangat perfeksionis.

Sedangkan orang yang suka sekali akan tomat, katanya mempunyai sifat pemberani dan semangat tinggi. Namun sebagian lagi berpendapat bahwa orang yang gemar makan sup tomat ternyata mudah tergoda rayuan. Coba ingat-ingat, dia suka makan apa, ya?
Read more...
separador

Antara Cinta dan Seks


Cinta dan seks, kita sepertinya dengan gampang dapat membedakannya. Tapi benarkah begitu? Benarkan kita paham apa sebenarnya beda antara keduanya? Bagaimana hubungan yang ada antara keduanya? Sepertinya belum tentu. Kita kerap tak mudah membedakan mana cinta mana seks ketika keduanya melebur dalam suatu hubungan yang mendalam dan penuh gairah muda.

Tapi secara sederhana kita dapat menegaskan bahwa seks bisa dilakukan dengan atau tanpa cinta dan sebaliknya, cinta juga tak harus melulu seksual. Tak melulu harus berarti sebuah “persetubuhan liar” (meminjam judul puisi penyair Sitok Srengenge).

Namun norma-norma yang ada dalam masyarakat kita memang mengajarkan bahwa sebuah hubungan seks mestinya, idealnya, adalah merupakan wujud ekspresi dari cinta antara sepasang manusia. Ini memang benar. Sebuah hubungan seks yang dibarengi cinta, selain memang lebih indah, barangkali juga bisa dianggap sebagai idealisasi dari konsep keluhuran martabat manusia dalam perilaku seksualnya.

Witing trisno soko kulino
Dalam sosialitas kelaminnya. Dalam hubungan yang tidak melibatkan cinta, seks cenderung sangat naluriah dan kurang melibatkan kompleksitas emosional para pelakunya meski untuk soal kenikmatan mungkin saja hubungan jenis inipun sama nikmatnya dengan hubungan yang merupakan ekspresi cinta. Tapi korelasi antara seks dan cinta memang sangat mungkin menimbulkan hubungan kausal atau sebab-akibat.
Pepatah Jawa yang berbunyi: witing tresno jalaran soko kulino adalah kebijaksanaan yang percaya bahwa ada hubungan sebab-akibat antara seks dan cinta. Artinya, dari sebuah kebiasaan (apa saja, termasuk kebiasaan melakukan hubungan seks antara suami-istri yang menikah karena dijodohkan) bisa tumbuh cinta. Dari sebuah hubungan yang intens (apalagi persetubuhan yang intens) sangat mungkin tumbuh cinta. Dalam hal ini, dari sebuah cinta yang tulus juga sangat mungkin terjadi sebuah persetubuhan yang intens. Potensi seks untuk menumbuhkan cinta dalam hal ini sangatlah kuat karena sebagai sebentuk interaksi-sosial, interaksi kelamin adalah bentuk komunikasi yang paling universal dan mampu menjembatani segala kendala bahasa dalam hubungan antar-manusia.

Pada cinta juga ada potensi yang besar untuk memanusiawikan seks. Dengan cinta, ketidakjelasan seseorang tentang konsep seksualitasnya bisa mendapatkan pembatasan, arah, dan klasifikasi yang jernih sehingga fleksibilitas seks untuk diumbar secara semena-mena bisa terkontrol oleh pembatasan cinta. Tanpa cinta, pengumbaran seks sebagai komoditi dan sumber kenikmatan benar-benar akan menjadi-jadi mengingat dunia saat ini yang iklimnya memang sangat memuja kenikmatan, sangat hedonistis. Apalagi untuk masyarakat kita yang dipenuhi manusia-manusia serakah pemuja kenikmatan yang menghalalkan segala cara untuk melampiaskan dan memuaskan nafsu-nafsunya. Wow, sulit membayangkan bagaimana jadinya bangsa kita bila cinta benar-benar telah tak ada lagi di masyarakat kita.
Universal
Untunglah sepertinya masih ada cinta di masyarakat kita. Paling tidak, saya sendiri masih berani memastikan bahwa saya masih punya cinta di hati saya. Anda? Ente? You? Sampeyan? Tentu saya tidak tahu karena hanya anda-anda sendirilah yang tahu apakah di hati anda masih ada cinta atau tidak karena meskipun cinta itu universal tapi ia juga sangat personal sama halnya dengan seks. Universal tapi sekaligus sangat personal. Dari sini mestinya para pejabat dan elit politik pemegang kekuasaan kita bisa belajar bahwa antara hal yang bersifat personal dan non-personal dalam dirinya tidak perlu bercampur-baur apalagi sampai mengakibatkan berbagai skandal korupsi-kolusi-nepotisme yang tak kunjung usai.
Tapi mengapa hal sederhana ini sepertinya begitu sulit untuk dipelajari? Jawabanya sederhana: barangkali karena kita memang sudah tak memiliki cinta lagi di hati kita. Namun bila demikian halnya, maka kita harus buru-buru mencari dan menemukannya karena jika tidak akibatnya akan sangat mengerikan. Habis kita broer! Percayalah. Pilihan ada di tangan kita, jadi mari kita sama-sama mencari cinta di hati kita. Jangan cuma mencari sebuah “persetubuhan liar” belaka.

Read more...
separador

JADILAH ORANG YANG ASERTIF

JADILAH ORANG YANG ASERTIF

Secara sederhana, asertif adalah suatu ciri kepribadian interpersonal di mana orang yang memilikinya mampu menyatakan pendapatnya, idenya, kekritisannya, perasaannya dengan cara-cara yang tidak menyakiti hati orang lain. Untuk lebih jelasnya, berikut ini disajikan perbedaan antara perilaku yang agresif, asertif dan non asertif.

Agresi berarti Anda :

  1. Mempertahankan hak Anda sendiri sehingga melanggar hak-hak orang lain.

  2. Mengabaikan dan menolak kepercayaan, opini, perasaan, keinginan, emosi, sikap, data, informasi atau keterlibatan dari orang lain.

  3. Mengekspresikan atau menuntut perhatian terhadap pendapat, kebutuhan atau perasaan Anda dengan cara yang tidak tepat.

Asertif berarti Anda :

  1. Mempertahankan hak sendiri akan tetapi tidak sampai mengabaikan atau mengancam hak orang lain.

  2. Melibatkan perasaan dan kepercayaan orang lain sebagai bagian dari interaksi dengan mereka.

  3. Mengekspresikan perasaan dan kepercayaan sendiri dengan cara yang terbuka, langsung, jujur dan tepat.

Non asertif berarti Anda :

  1. Mengabaikan hak diri sendiri, gagal untuk mempertahankan diri sendiri, dan membiarkan orang lain mengabaikan hak diri sendiri.

  2. Memaafkan atau `memadamkan` ide, perasaan, sikap, kepercayaan atau informasi diri sendiri.

  3. Menghindar dari pengekspresian perasaan atau kebutuhan diri sendiri pada situasi di mana Anda justru diharapkan untuk itu.

Asertif yang efektif melibatkan apa yang disebut sebagai ‘I messages’ yaitu Anda sendirilah yang harus bertanggung jawab terhadap perasaan Anda – Anda menyatakan reaksi Anda daripada apa yang dilakukan orang lain. Misalnya: daripada berkata, ‘Berani sekali Anda memotong pembicaraan saya...’, seorang yang asertif akan berkata, ‘Saya merasa terganggu bila Anda memotong pembicaraan saya...’

Konsekuensi positif:

  1. Membuat Anda lebih mudah memberi dan menerima pujian. Hak Anda dihargai karena Anda juga menghargai hak orang lain.

  2. Dapat menghindarkan diri dari orang yang menginginkan pertolongan yang tidak masuk akal dari Anda.

  3. Dapat mengatasi gangguan yang kecil dan mencegahnya untuk menjadi konflik.

  4. Menjadi seseorang yang independen yang berperan dalam perasan, waktu dan akal Anda sendiri.

  5. Menjadi diri sendiri, percaya dalam menghadapi orang lain.

Konsekuensi negatif:

  1. Kehidupan seseorang yang asertif tidak selalu berjalan mulus.

  2. Seringkali dipandang sebagai orang yang kasar atau kurang sopan.

  3. Bagaimana kita menyuarakan pendapat kita dapat dianggap mendorong orang lain untuk melakukan sesuatu.

Read more...
separador

Mengatasi Pacar Cemburuan

Pacar cemburuan? Enggak banget deh! Kalau cemburu dikit sih artinya sayang, tapi kalo cemburunya sampai kebangetan, bisa bikin kita nggak asyik kan. Hal kayak gini nggak bisa didiemin aja. Semakin lama bisa bikin hubungan kamu nggak sehat.

Nggak hanya itu aja, sifat pacar yang cemburu pasti bikin kita harus membatasi diri cuma gara-gara punya pacar yang doyan ngambek. Nah untuk menghadapinya, kamu musti tahu tips-tipsnya..
1. Bersikap Terbuka
Sikap terbuka memang hal yang sangat wajib dalam setiap hubungan. Coba ceritakan aktivitas kamu sehari-hari ketika sedang tidak bersamanya. Mintalah hal yang sama pada dia, dengan begitu kalian akan bisa lebih saling memahami.

2. Pujilah Pacar
Meski udah jadi pacar, kadang tetap ada rasa nggak pede. So, nggak ada salahnya kalo kita sesekali memujinya biar si dia makin pede sama kita. Biasanya kalo pacar udah ngerasa pede, dia bakal lebih tenang dan yang pasti rasa cemburunya akan perlahan berkurang.

3.Tunjukin Rasa Cinta
Untuk mengurangi kecemburuan, kamu juga perlu nunjukin rasa cinta kamu ke dia. Bukan nggak mungkin lho si dia cemburuan gara-gara kamu yang emang terlalu cuek. Tapi usahakan jangan over ya.

4. Jujur Selalu
Berbohong adalah salah satu tindakan yang nggak bertanggung jawab. Kalau dia sampai tahu kamu berbohong, itu akan menjadikan dirinya tidak percaya lagi padamu. Selain itu, pastinya dia bakalan jadi lebih cemburuan dari pada sebelumnya. Nah, yang perlu diingat, berkata jujur nggak hanya sama pacar saja lho!

5. Komunikasi yang baik
Ketika keadaannya udah mulai tenang, coba deh ajak dia ngobrol. Ungkapkan semua yang ada dihatimu, tekankan bahwa rasa cemburu justru akan menyakiti diri sendiri. Belum lagi, relasi yang harus rusak cuma gara-gara cemburu yang kebangetan.

http://stroberrie-psycho.blogspot.com/

BERITAHU TEMAN KAMU TENTANG ARTIKEL INI !!!

Artikel Terkait :

  1. Punya pacar posesif, apa solusinya?
  2. Mengatasi Pertengkaran dengan Si Doi
  3. 7 hal yang bikin Cewek cemburu
  4. Pacar mantan ternyata teman kita. . .
  5. Jomblo Yang Nyari Pacar?
Read more...
separador

Live music


Followers